Dari lahir sampai dengan Sekolah Menengah Atas tinggal jauh di luar Jakarta, yaitu di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sesudah itu bisnis sampai di daerah Riau, Pekanbaru. Mulai 2004 masuk Ibukota Jakarta ikut Pemilihan Umum sebagai Calon Legislatif Partai Persatuan Pembangunan Daperah Pemilihan 2 Riau serta kuliah di STIE Bisnis Indonesia.
Gagal dengan Partai Persatuan Pembangunan tahun 2004, tahun 2005 loncat ke Partai Demokrat. Dalam tahun itu pula ia sempat ditahan di Kepolisian Daerah Jakarta Raya karena tuduhan pemalsuan surat, tetapi perkembangan kasusnya menjadi tidak jelas sampai sekarang.
Dalam Pemilihan Umum tahun 2009 melalui Partai Demokrat ia berhasil menjadi
anggota Dewan Yang Terhormat (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dari daerah pemilihan Jawa Timur, dan luar biasa, pada tahun 2010 (usia 32 tahun) ditunjuk menjadi Bendahara Umum partai yang sedang berkuasa yaitu Partai Demokrat periode 2010 - 2015,
mendampingi Ketua Umum Anas Urbaningrum serta Sekretais Jenderal Ibas Yudhoyono.
Setahun kemudian, Juli - Agustus 2011, nama Nazaruddin, 33 tahun, meroket luar biasa dalam banyak kasus dugaan korupsi uang negara yang mencapai trilyunan rupiah, sampai buron dan tertangkap di Amerika Latin.
Nah bagaimana dalam usia semuda itu dan datang dari daerah, dia berhasil mengobok-obok Badan Anggaran DPR serta berbagai Departemen, melibatkan banyak tokoh penting tingkat nasional??? Selama 1,5 tahun terahir dan bahkan masih terus berlangsung, menjadi aktor utama dalam trending topik pemberitaan media massa nasional.
Jika anda, atau kita jadi Nazaruddin, kira-kira bagaimana skenario atau konstruksi sepak terjang anda sampai bisa sedahsyat itu??? Mungkinkah dalam tempo amat singkat anda bekerja sendirian, menembus belantara perpolitikan nasional serta birokrasi Pemerintahan Pusat??? Santai saja, kita berlagak main detektif-detektifan alias penyidikan di akhir pekan ya. God Bless You.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar