Selasa, 20 September 2016

YOGA, KEPALA INTEL YANG MINTA SOEHARTO LENGSER : dari DETIK X



Description: logo
Yoga, Kepala Intel yang Minta Soeharto Lengser
Ilustrasi: Edi Wahyono
Kamis, 15 September 2016
“Kau boleh melakukan tindakan apa saja untuk menyelamatkan penumpang dan pesawat, asalkan jangan mengorbankan kehormatan negara. Dan seandainya semua jalan gagal, kau boleh melancarkan operasi militer. Tapi ingat, jangan grusa-grusu! Jangan gegabah!”
Pesan Presiden Soeharto kepada Jenderal Yoga Soegama pada 28 Maret 1981 pukul 16.15 WIB di Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta, itu tercatat dalam buku Operasi Woyla karya Bambang Wiwoho. Sebelumnya, sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), Yoga melaporkan terjadinya pembajakan pesawat Garuda tujuan Medan dari Jakarta. Pesawat yang mengangkut enam awak dan 48 penumpang itu dibajak saat singgah di Palembang. Pesawat lantas dibelokkan ke Bangkok, Thailand, dengan tujuan akhir Kolombo, Sri Lanka.
Dari Cendana, Yoga langsung bertolak menuju Bangkok dari Bandara Halim Perdanakusuma untuk memimpin operasi pembebasan, yang dikenal dengan Operasi Woyla. Dia mendapat laporan, pembajak berjumlah lima orang bersenjata pistol, granat, dan mungkin membawa dinamit. Mereka menuntut pemerintah Indonesia membebaskan tahanan Peristiwa Cicendo dan uang tebusan US$ 1,5 juta. Memasuki hari keempat, para pembajak akhirnya bisa dilumpuhkan, dan semua penumpang selamat. Operasi ini mendapat acungan jempol dunia internasional.
* * *
Pak Yoga berani latihan menembak kaleng permen yang diletakkan di atas kepala anak buahnya.”
Bambang Wiwoho, penulis buku Memori Jenderal Yoga
Description: http://x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf-/images/20160915_110005-copy-8gk2yj.png
Sudharmono, Soeharto (tampak punggung), dan Benny Moerdani
Foto: dok. Arsip Nasional
Sebagai tentara, perjalanan karier Yoga banyak dihabiskan di dunia intelijen. Dia mendapat gemblengan langsung dari Zulkifli Lubis, peletak dasar intelijen di Tanah Air sekaligus Kepala Badan Rahasia Negara Indonesia, cikal bakal Badan Intelijen Negara (BIN). Zulkifli sempat mengirim Yoga belajar ke dinas intelijen Inggris, MI-6, di Maresfield. Pulang dari tugas belajar, dia menjadi Asisten I (Intelijen) TT-IV Diponegoro di Semarang.
Di lingkungan Diponegoro inilah dia mulai mengenal dan membantu Soeharto. Hingga di kemudian hari, ketika Soeharto menjadi penguasa Orde Baru, Yoga menjadi penguasa intelijen terlama. Ketika Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Soeharto mendirikan Komando Intelijen Negara sebagai pengganti Badan Pusat Intelijen (BPI) pada 22 Agustus 1966, Yoga-lah yang dipercaya untuk memimpinnya hingga 22 Mei 1967. Meski tergolong singkat, dia berhasil membersihkan orang-orang BPI yang terindikasi berhaluan komunis.
Selain mendapat pendidikan di Akademi Militer Jepang dan pendidikan intelijen Inggris, postur tubuh Yoga membuatnya kian nyaris sempurna sebagai tokoh intelijen. Badannya tegap, kokoh, ganteng, menguasai bela diri silat Merpati Putih, serta mendalami ilmu-ilmu kesaktian lazimnya orang Jawa. Untuk tasawuf, yang dipelajarinya sejak 1980-an, dia berguru kepada Abah Anom dari Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebagai tentara, sudah barang tentu Yoga mahir menembak. “Pak Yoga berani latihan menembak kaleng permen yang diletakkan di atas kepala anak buahnya,” tulis Wiwoho di blognya.
* * *
Benny Moerdani dan Sudharmono menentang saran Yoga agar Soeharto tak mencalonkan lagi sebagai presiden pada Sidang Umum MPR 1988.”
Bambang Wiwoho
Description: http://x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf-/images/peristiwa_malari-i84z9u.pngPersitiwa Malari di Senen pada 15 Januari 1974
Foto: Wikipedia
Beberapa hari setelah meletus kerusuhan Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) 1974, Soeharto memanggil pulang Yoga Soegama sebagai duta besar di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia ditunjuk menggantikan Sutopo Yuwono untuk memimpin Bakin. Jabatan ini diemban Yoga selama 15 tahun, hingga 1989. Total, Yoga Soegama memimpin lembaga intelijen selama 16 tahun. Tak aneh bila David Jenkins dalam buku Soeharto dan Barisan Jenderal Orba menyebut Yoga sebagai satu dari empat jenderal kepercayaan Soeharto. Tiga lainnya adalah Ali Moertopo, Sudomo, dan Benny Moerdani.
Tapi, menurut Wiwoho, sejatinya hubungan Soeharto dengan Yoga mulai merenggang sejak Mei 1985. Pemicunya tak lain adalah sikap Yoga yang berani meminta agar bosnya itu tak lagi mencalonkan diri sebagai presiden pada Sidang Umum MPR 1988. Selain karena faktor usia yang mulai sepuh (Soeharto berusia 67 tahun pada 1988), Soeharto terlampau lama menjadi presiden. Hal lain yang mulai mengkhawatirkan adalah kiprah bisnis putra-putri sang presiden yang kian menggurita. Sepak terjang mereka di dunia bisnis amat rentan memicu kecemburuan sosial dan rentan menjadikan Soeharto sebagai sasaran tembak.
Description: http://x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf-/images/b-wiwoho-dok-pribadi-gcpjko.png
Bambang Wiwoho
Foto: dok. pribadi
Description: http://x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf-/images/yoga-copy-5kalfq.png
Yoga Soegama dalam sebuah operasi militer pada 1950-an.
Foto: repro sampul buku Memori Jenderal Yoga
“Pak Yoga berjanji akan menjamin keamanan siapa pun pengganti Pak Harto,” kata Wiwoho saat berbincang dengan detikX.
Description: http://x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf-/images/img-heawub.png
Menerima Bintang Panglima Setia Mahkota dari Malaysia yang disematkan oleh Perdana Menteri Tun Abdulrazak. Dengan bintang itu, Yoga berhak menyandang gelar Tan Sri
Foto: dok. repro buku Memori Jenderal Yoga
Ibu Tien, yang kebetulan melintas dan mendengar percakapan tersebut, sempat melontarkan persetujuan meski Soeharto lebih banyak diam menyimak. Tapi ada dua pejabat yang turut dalam pertemuan menentang keras saran Yoga. Dalihnya, rakyat masih menghendaki kepemimpinan Soeharto. Siapa kedua pejabat dimaksud?
“Pak Benny (Moerdani) dan Pak Dharmono (Sekretaris Negara Sudharmono) yang menentang keras saran Pak Yoga,” kata Wiwoho, yang menulis buku Memori Jenderal Yoga.
Menurut mantan wartawan Suara Karya dan majalah Panjimas itu, buku yang diluncurkan pada 1990 tersebut sempat dua kali naik cetak. Cetakan ketiga dibatalkan atas permintaan Soeharto, yang kurang berkenan dengan salah satu materi dalam buku tersebut. “Permintaan itu disampaikan melalui Kepala Bakin Soedibyo dan Menteri Keuangan Radius Prawiro,” tulis Wiwoho di blognya.
Setelah pertemuan Mei 1985, hubungan Yoga dengan Soeharto menjadi dingin. Padahal setiap Jumat malam, Yoga menghadap Soeharto. Sejak pertemuan itu, dia tak lagi mau ke Cendana bila tak diminta.
Sebaliknya dengan Benny, belakangan dia menyadari kebenaran saran Yoga. Dia pun akhirnya menyampaikan permintaan serupa kepada Soeharto saat menemaninya bermain biliar di Cendana. Tak berbeda dengan Yoga, Benny kena getahnya. Dia dicopot sebagai Panglima ABRI beberapa hari menjelang Sidang Umum MPR 1988.

Reporter/Penulis: Pasti Liberti Mappapa
Editor: Sudrajat
Desainer: Luthfy Syahban
Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.
SHARE
Copyright @ 2016 detikcom, All right reserved Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Privacy Policy · Disclaimer

 Yoga-Soegama,-Silat-dan-Tasawuf- - Detik

x.detik.com/detail/intermeso/20160915/Yoga...Silat...-/index.php
12 hours ago - Sebelumnya, sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), Yoga ... Bambang Wiwoho, penulis buku Memori Jenderal Yoga.

1 Komentar:

Blogger pak muliadi mengatakan...

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

20 Oktober 2016 pukul 02.58  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda