Mengenang Operasi Woyla 45 Tahun Silam (6): DIRUT GARUDA GLENNY KAURIPAN : MENGGALANG SEMANGAT KEPAHLAWAN.
(Versi Pendek)
Silaturahmi kekeluargaan antara
Ko-Pilot #HedhyJuwantoro, #pramugariDeliyanti dan penulis yang
direncanakan Rabu 1 April 2026, menjadi
penuh makna dan agak meriah tatkala pada Sabtu pagi 28 Maret 2026, Direktur Utama Garuda Letjen
TNI (Purn) #GlennyKauripan menelpon menanyakan kabar sahabat-sahabat para awal
pesawat Woyla yang dibajak tepat 45 tahun silam.
Saya
sampaikan kepada beliau rencana silaturahmi di atas. Spontan beliau mengatakan,
“Saya ikut hadir ya!“.
Dalam
silaturahmi Dirut Garuda mengatakan, kehadirannya bersama tim dilandasi
keinginannya untuk menghidupkan hubungan emosional antar generasi di Garuda,
khususnya dengan para pahlawan Garuda.
Pada
hematnya, pahlawan itu bukan hanya
mereka yang sudah berkorban jiwa dan ditandai batu nisan, tetapi juga yang
masih hidup seperti Hedy Juwantoro dan Deliyanti. Ia dan jajarannya ingin
memetik pelajaran dari mereka berdua yang mengalami langsung pembajakan pesawat
yang pertama kali terjadi di Indonesia.
Glenny
Kauripan bertekad menggalang semangat sebagaimana dicontohkan para pahlawan
itu. Tekad itu disambut doa para hadirin agar Garuda yang sekarang sedang
meruigi besar, bisa segera bangkit kembali, menjadi maskapai penerbangan
kebanggaan nasional yang sehat dan kuat secara operasinal maupun keungan, yang
dilandasi semangat korps yang tinggi.
Sebelum
Letjen Glenny tiba, kepada penulis dan beberapa teman, Deliyanti mengatakan,
kehadiran Dirut Garuda ini baginya sangat luar biasa. Mereka sempat disapa
Dirut Garuda Wiweko begitu selesai pembajakan, namun setelah itu tidak ada
perhatian dan komunikasi. Alhamdulillah
sekarang, 45 tahun kemudian, Dirut Garuda menunjukkan perhatian dan
kepeduliannya. (lebih lengkap di FB #BambangWiwoho)
#Operasi Woyla
#BWiwoho
#PenerbitBukuKompas.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda