Mengenang Operasi Woyla 45 Tahun Silam (5): KESAN DAN SARAN SANDERA ASING
Versi Pendek.
Pembebasan pembajakan pesawat Garuda Woyla yang oleh penulis #BWiwoho atas persetujuan Jenderal #YogaSugomo, dinamai Operasi Woyla, dan kemudian dijadikan judul buku, berlangsung super kilat, 3 menit pada Selasa menjelang dinir hari, 31 Maret 1981.
Bagi #pramugariDeliyanti, hari
pembebasan itu sangat istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya
yang ke-21.
Peristiwa luar biasa itu dirayakan
sederhana dengan berfoto bersama – anggota Pasukan Komanda, awak pesawat Woyla
dan awak pesawat yang membawa mereka pulang kembali ke Tanah Air.
HAL
PENTING
Dalam
suatu silaturahmi mengenang peristiwa pembajakan pesawat Woyla 28 Maret 2016, mantan
sandera warga negara Amerika Serikat, #ThomasRHeischman, menyatakan, “Sebuah
rangkaian operasi yang hebat,” katanya. Kepada para purnawirawan pasukan
komando yang hadir ia menambahkan, ada dua hal yang ia perlu menjadi bahan pengalaman dan
pelajaran bagi peristiwa-peristiwa semacam ini adalah, pertama, pentingnya
peranan negosiator atau juru runding.
Kedua,
pentingnya dilakukan penanganan trauma
healing atau pendampingan psikologis
kepada para sandera setelah pembajakan selesai. Thomas R.Heischman melihat,
begitu pembebasan selesai seorang penumpang berkewarganegaraan asing sudah
terlihat shock dan stress. Seorang
penumpang yang lain juga berbulan-bulan mengalami stress.
(Bersambung
dan lebih lengkap, mendalam silahkan baca 2 buku #BWiwoho, #OperasiWoyla dan
buku #JenderalYoga, #LoyalisdiBalikLayar,
#PenerbitBukuKompas).

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda