Operasi Woyla 45 Tahun Silam (4) KOPASSANDHA TUMPAS PEMBAJAKAN HANYA 3 MENIT.
Versi Pendek
Senin malam 30
Maret 1981, setelah pembicaraan terakhir antara #JenderalYoga dan pembajak, #HermanRante
dan #HedhyJuwantoro merasa tenang. Sejak hari Sabtu, mereka tidak tidur sekejap
pun. Herman duduk dengan santai, kakinya naik ke atas. Kini mereka berdua
terlena dalam buaian
malam, sampai
tiba-tiba Hedhy terbangun karena kejatuhan pecahan-pecahan kaca, sementara
angin mengembus dari samping menerpa wajahnya.
Dalam waktu
yang bersamaan, Hedhy mendengar suara pletak-pletok, seperti bunyi
letusan senapan dengan peredam suara.
Dengan latar
belakang keluarga militer, Hedhy segera menyadari, tembak-menembak sedang
terjadi.
Oleh sebab
itu, ia memutuskan untuk diam, tidak berani menoleh, agar tidak terkena peluru
nyasar, atau memancing kecurigaan pihak-pihak yang tengah terlibat dalam
tembak-menembak. Hedhy
berlindung
dalam kursinya.
Tetapi tidak
demikian halnya dengan Herman Rante. Ketika ia mulai hendak
menggerakkan badannya, Hedhy berbisik, “Stay down, Stay down.”
Maksudnya, tetaplah duduk merunduk saja.
Tuhan memang menghendaki lain. Herman bergerak
bangkit. Tidak ayal lagi sebutir peluru menembus kepalanya. “Saya kena, Hed,”
keluh Herman seraya menyandarkan tubuh dan kepalanya ke sandaran kursi.
Kemudian Hedhy meraba kening Herman dan merasakan ada benjolan
kecil, serta lubang kecil menganga di bagian belakang kiri bawah dekat telinga.
Hampir
bersamaan terdengar teriakan. “Di sini pasukan Komando dari Indonesia. Kami
menyelamatkan saudara-saudara.”.
Demikianlah,
drama pembajakan berakhir. Peristiwa ini mengharumkan nama Indonesia di dunia
internasional.
Korban yang
jatuh pun tidak seperti yang diperkirakan, yakni 40 persen dari seluruh
penumpang. Enam belas peti mati yang sudah dipesan
bersyukur
tidak seluruhnya terpakai. Korban tewas
Kapten Pilot Herman Rante, anggota Kopassandha Letnan #AchmadKirang dan para
pembajak.
Semua
keberhasilan itu berkat kerja keras dalam suatu koordinasi yang rapi dari #LaksamanaSudomo di Komando
Krisis Jakarta, #YogaSugomo yang dibantu #HasnanHabib di Komando Krisis Don
Muang, serta Jenderal #BennyMoerdani—si penentu keberhasilan yang memimpin penyerbuan
3 menit.
Tak kalah penting adalah Tim Anti Teror Kopassandha yang dipimpin Letkol
#SintongPanjaitan.
(Selengkapnya
di facebook #BambangWiwoho).
#OperasiWoyla #LoyalisdiBalikLayar
#PenerbitBukuKompas
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda