Jumat, 23 Desember 2016

Prof.Dr.Muhammadiyah Amin : "BERTASAWUF DI ZAMAN EDAN", BEKAL MENGHADAPI PERUBAHAN DUNIA


                     POTRET SOSIAL KEHIDUPAN MASYARAKAT DEWASA INI



     Prof Amin (kanan baju putih) menggandeng Prof Ali Yafie (tengah) bersama Dr.Hidayat (batik).


Saya menyambut baik dan mengapresiasi penerbitan buku Bertasawuf di Zaman Edan , kumpulan catatan dari facebook tasawuf djawa full dan blog islamjawa Bapak B. Wiwoho. Saya mengenal penulis buku ini sebagai insan pers dan aktivis di sejumlah organisasi dan lembaga swadaya masyarakat. Prisma pemikiran dan pengabdian B. Wiwoho adalah cerminan kepeduliannya yang tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan yang seimbang antara material dan spiritual.
Islam sebagai agama yang sempurna mengarahkan manusia untuk mampu memberdayakan potensi rohaniah atau unsur batinnya secara optimal. Sasarannya supaya hadir dalam tiap diri satu pola hidup yang bersih, sederhana, dan mengabdi. Pemaknaan tasawuf bagi seorang Muslim adalah kurang lebih seperti dikemukakan oleh Prof. Dr. Hamka dalam buku Tasauf Moderen, yaitu membersihkan jiwa, mendidik, dan mempertinggi derajat budi, menekan segala kelobaan dan kerakusan, memerangi syahwat yang berlebihan, demi untuk kesentosaan diri. Dengan kata lain, orang yang mempraktikkan tasawuf akan menjadi pribadi yang tercerahkan dan perilakunya terpimpin dengan akhlak islami.    
Setelah membaca senarai artikel yang akan diterbitkan menjadi buku, saya mengapresiasi kepiawaian penulisnya, Bapak B. Wiwoho dalam mengemas, mengulas, dan menghadirkan potret sosial berupa fragmen-fragmen kehidupan masyarakat yang dijumpai sehari-hari di sekitar kita. Penulis buku ini mengajak pembaca agar mengambil makna, hikmah, pelajaran, dan perbandingan dari pengalaman hidup sendiri dan orang lain.
Saya menyimpulkan, buku ini lebih dari sekadar dokumentasi buah pikiran dan tulisan Bapak B. Wiwoho mengenai tasawuf. Karya ini sekaligus merefleksikan perjalanan pemikiran sang penulis dalam membaca dan menganalisis fenomena sosial. Melalui buku ini, Bapak B. Wiwoho mengajak kita untuk menyadari dan turut memikirkan, bahkan memberi solusi atas berbagai problema sosial, moral, dan kemanusiaan yang mengitari kehidupan.    
Dewasa ini, modernisasi dan teknologi informasi telah mengubah pola kehidupan manusia dan mempengaruhi hubungan antar-sesama dalam arti positif atau negatif. Manusia modern di era sekarang memerlukan sandaran batin yang kuat, dan hal itu hanya bisa didapatkan dari agama. Salah satu peran agama adalah, sebagai pegangan hidup yang menguatkan manusia di tengah persaingan kehidupan yang semakin keras dan menyelamatkannya dari krisis atau konflik kejiwaan. Oleh karena itu, setiap orang perlu secara terus menerus mengasah dan meningkatkan kualitas pengamalan ajaran agama sebagai elemen pembangun mental-spitual agar manusia tidak gamang dan gentar menghadapi perubahan dunia sekelilingnya.
Dalam banyak ayat Al Quran ditegaskan, kebahagiaan dan ketenangan hidup hanya dapat dicapai melalui keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt yang melahirkan amal shaleh. Untuk itu, setiap muslim harus meneguhkan jatidirinya di atas keyakinan tauhid yang bersih, sehingga mampu menjadi mata air kebaikan yang mengalirkan manfaat bagi umat manusia.
          Selamat menikmati pencerahan yang menarik dan bernas dalam lembar demi lembar buku ini. (Pengantar buku "BERTASAWUF DI ZAMAN EDAN", penerbit BukuRepublika).
          I

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda